Misteri Tiang Maut di Gunung Merpati: DPRD Kendari Turun Tangan, Telusuri Jejak Pemilik Hingga ke Puncak Tiang!

Kendari, 6 Oktober 2025 – Insiden kecelakaan maut yang merenggut nyawa di Jalan Gunung Merpati Punggolaka pada 3 September lalu, akibat keberadaan tiang utilitas yang terlalu dekat dengan jalan, memicu reaksi cepat dari DPRD Kota Kendari. Tak ingin kejadian serupa terulang, Komisi III DPRD Kendari langsung bergerak melakukan investigasi mendalam.

Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III La Ode Ashar, bersama Sekretaris Komisi Muslimin, serta anggota Komisi Tiga Apriliani Puspitawati, Hasbulan, dan La Yuli, tim investigasi DPRD terjun langsung ke lokasi kejadian. Turut hadir dalam kunjungan kerja ini Lurah Punggolaka, perwakilan Dinas Kominfo Kendari, Dishub Kendari, Pihak Telkomsel, dan tak kalah penting, keluarga korban kecelakaan yang berharap keadilan ditegakkan.

Awalnya, DPRD Kendari menduga tiang tersebut milik Telkom atau PLN, berdasarkan hasil rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada 29 September lalu. Namun, fakta mengejutkan terungkap: Telkom dengan tegas menyatakan bukan pemilik tiang “misterius” tersebut.

Tak menyerah, tim investigasi DPRD melakukan pengecekan ekstrem di lapangan. Mereka bahkan sampai memanjat tiang, bak detektif ulung, untuk mengidentifikasi pemilik kabel yang terpasang. “Kami mendapat informasi bahwa identitas pemilik tiang bisa diketahui dari kabelnya. Makanya, kami langsung cek dan foto kabel tersebut,” ungkap La Ode Ashar dengan semangat.

Dinas Kominfo Kendari pun turut memberikan dukungan penuh dalam upaya mengungkap identitas pemilik tiang. Mereka memberikan gambaran mengenai kemungkinan pemilik tiang berdasarkan jaringan kabel yang ada.

“Jika pemilik tiang sudah ditemukan, kami akan panggil kembali untuk RDP. Kami tidak bisa berbuat apa-apa kepada pihak yang bukan pemilik fasilitas,” tegas La Ode Ashar, menunjukkan keseriusan DPRD dalam menuntaskan kasus ini.

Lebih lanjut, Ashar menyoroti masalah klasik yang menghantui Kota Kendari: keberadaan tiang-tiang telepon dan WiFi di pinggir jalan yang menimbulkan kesan semrawut. “Ini menjadi PR besar bagi pemerintah, karena bukan hanya di wilayah itu, sepanjang Kota Kendari ini kalau kita bicara tiang telepon, tiang WiFi itu ada di pinggir jalan semua, sehingga memunculkan pemandangan yang semrawut,” keluhnya.

DPRD Kendari berharap pemerintah kota dapat segera mengambil tindakan tegas untuk menata keberadaan tiang-tiang tersebut. Mereka juga akan terus berkoordinasi dengan Kominfo untuk mengidentifikasi pemilik tiang dan mencari solusi terbaik bagi permasalahan ini.

“Kami akan terus menindaklanjuti apa yang diharapkan oleh masyarakat,” pungkas La Ode Ashar, memberikan harapan bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat Kota Kendari. Kasus tiang maut di Gunung Merpati ini menjadi ujian bagi DPRD Kendari untuk membuktikan komitmen mereka dalam memperjuangkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.