Kendari, Selasa (29/09/2026) — DPRD Kota Kendari secara resmi menyetujui Rencana Kerja Sama Kota Kembar (Sister City) antara Pemerintah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Republik Indonesia, dengan Pemerintah Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok. Keputusan penting ini ditetapkan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kendari Laode Muhammad Inarto.
Persetujuan tersebut merupakan hasil pembahasan mendalam yang telah dilakukan sebelumnya melalui Rapat Kerja yang melibatkan unsur DPRD Kota Kendari, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, serta Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Kendari. Dalam pembahasan tersebut, para anggota dewan memberikan berbagai masukan konstruktif guna memastikan kerja sama ini benar-benar membawa dampak positif dan nyata bagi Pemerintah Kota, khususnya bagi seluruh masyarakat Kota Kendari.
Beberapa Anggota DPRD Kota Kendari menekankan bahwa kerja sama ini hendaknya dijadikan momentum strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadikan Yiwu sebagai gerbang promosi budaya dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Kendari ke kancah internasional. Pasalnya, Kota Yiwu dikenal luas sebagai pusat pasar grosir terbesar di dunia yang memiliki jangkauan pasar global.
Di samping optimisme tersebut, para anggota dewan juga mengingatkan agar Pemerintah Kota Kendari bersikap cermat dan mengantisipasi potensi masuknya banjir produk dari Yiwu yang dikhawatirkan dapat mengganggu keberlangsungan dan daya saing produk lokal yang selama ini dikembangkan oleh masyarakat.
Berdasarkan paparan Bappeda Kota Kendari, ruang lingkup kolaborasi yang telah disepakati mencakup tiga pilar utama, Pengembangan dan penguatan sektor UMKM serta kawasan industri, Kerja sama budaya dan pengembangan potensi pariwisata, serta Peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.
Ketua DPRD Kota Kendari Laode Muhammad Inarto, dalam arahannya saat memimpin sidang paripurna, menyampaikan pesan mendalam kepada jajaran Pemerintah Kota Kendari agar tidak menyia-nyiakan kesempatan bersejarah ini.
“Kerja sama kota kembar dengan Yiwu adalah peluang besar yang tidak datang setiap saat. Kota Yiwu bukan sekadar kota mitra biasa, melainkan pusat perdagangan dunia yang dapat membuka akses seluas-luasnya bagi produk unggulan, budaya, serta pariwisata Kota Kendari untuk dikenal oleh dunia luar,” ujar Laode Muhammad Inarto.
Ia menegaskan, seluruh potensi yang dimiliki Kota Kendari — mulai dari kerajinan tangan, hasil perkebunan, kuliner khas, hingga kekayaan budaya daerah — harus dipersiapkan secara matang agar dapat bersaing dan tampil di pasar yang luas tersebut.
“Kami berharap Pemkot Kendari segera menyusun langkah konkret. Jangan sampai kesempatan ini berlalu begitu saja. Siapkan pelaku UMKM, latih kualitas sumber daya manusia, lindungi produk lokal dengan kebijakan yang tepat, dan buktikan bahwa kerja sama ini memberikan manfaat yang terasa langsung oleh masyarakat,” pesan Ketua DPRD.
Dengan disetujui kerja sama ini, diharapkan terjalin hubungan yang saling menguntungkan, memperkuat perekonomian daerah, sekaligus menjadikan nama Kota Kendari semakin dikenal di kancah internasional.

